MAKASSAR, UPDATENEWS– Universitas Sawerigading (UNSA) Makassar menjalani asesmen lapangan akreditasi perguruan tinggi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada 16–18 Oktober 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi UNSA Makassar untuk mengevaluasi mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi sekaligus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas tata kelola dan pelayanan akademik.

Pelaksanaan asesmen lapangan tersebut ditandai dengan penyambutan tim asesor BAN-PT yang hadir untuk melakukan penilaian secara langsung terhadap berbagai aspek penyelenggaraan perguruan tinggi di lingkungan Universitas Sawerigading Makassar.
Tim asesor sendiri terdiri atas Dr. Hermawan, S.IP., M.Si. dari Universitas Brawijaya; Dr. Swasono Rahardjo, S.Pd., M.Si. dari Universitas Negeri Malang; Prof. Dr. Ir. Tiny Mananoma, MT., IPM., ASEAN Eng. dari Universitas Sam Ratulangi; serta Dwi Sakti Nugroho dari staf BAN-PT.

Asesmen lapangan merupakan bagian penting dari proses akreditasi perguruan tinggi untuk memverifikasi kesesuaian antara dokumen evaluasi diri dan kondisi nyata penyelenggaraan pendidikan. Proses ini juga menjadi kesempatan bagi perguruan tinggi untuk menunjukkan berbagai capaian, program pengembangan, serta strategi peningkatan mutu yang telah dan sedang dilaksanakan.
Momentum Evaluasi dan Penguatan Mutu Pendidikan
Kehadiran tim asesor BAN-PT disambut oleh pimpinan Universitas Sawerigading Makassar, yakni Rektor Prof. Dr. A. Melantik Rompegading, S.H., M.H., Wakil Rektor Bidang Akademik, Keuangan, dan Administrasi Umum Dra. Mardiani, M.Hum., serta Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Dr. Adi Sumandiyar, S.Sos., M.Si. Seluruh dekan dan pimpinan lembaga serta dosen turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Rektor Universitas Sawerigading Makassar, Prof. Dr. A. Melantik Rompegading, S.H., M.H, menyebut k<span;>egiatan ini menjadi kesempatan strategis bagi seluruh unsur pimpinan dan sivitas akademika untuk memperlihatkan komitmen institusi dalam membangun tata kelola perguruan tinggi yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan.

Dalam proses asesmen, berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan tinggi menjadi perhatian, termasuk tata pamong dan tata kelola, kualitas sumber daya manusia, pelaksanaan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta sistem penjaminan mutu internal.
Aspek-aspek tersebut merupakan bagian penting dalam memastikan perguruan tinggi mampu menjalankan tridarma secara konsisten dan berkelanjutan, “jelas Prof Melantik.
Lebih dari sekadar proses penilaian administratif, lanjut Prof.Melantik mengatakan asesmen lapangan juga menjadi ruang dialog akademik antara asesor dan pengelola perguruan tinggi untuk mengidentifikasi kekuatan institusi, mengevaluasi tantangan, serta merumuskan peluang perbaikan di masa mendatang.
Memperkuat Kepercayaan Publik terhadap Perguruan Tinggi
Bagi Universitas Sawerigading Makassar, pelaksanaan asesmen lapangan ini memiliki arti penting dalam perjalanan pengembangan institusi. Akreditasi tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan standar mutu pendidikan tinggi, tetapi juga menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan pendidikan yang diberikan.
Melalui proses evaluasi tersebut, perguruan tinggi diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat kapasitas dosen dan tenaga kependidikan, mengembangkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta memperluas kontribusi pengabdian kepada masyarakat.

Komitmen terhadap peningkatan mutu juga menuntut keterlibatan seluruh unsur sivitas akademika. Oleh karena itu, pelaksanaan asesmen lapangan menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan bahwa budaya mutu tidak berhenti pada pemenuhan dokumen akreditasi, tetapi benar-benar terintegrasi dalam praktik penyelenggaraan pendidikan sehari-hari.
Dengan berlangsungnya asesmen lapangan pada 16–18 Oktober 2026, Universitas Sawerigading Makassar menegaskan pentingnya evaluasi berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membangun perguruan tinggi yang adaptif, kompetitif, dan mampu menjawab tantangan pendidikan tinggi di era perubahan.
Melalui momentum ini, UNSA Makassar diharapkan semakin memperkuat fondasi kelembagaan, meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi, serta mewujudkan tata kelola pendidikan tinggi yang bermutu dan berkelanjutan.






