TATOR, UPDATENEWS – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan publik setelah buah busuk ditemukan dalam paket makanan yang dibagikan kepada siswa SMKN 1 Tana Toraja.
Dalam menu MBG yang viral di media sosial tersebut, siswa diketahui menerima buah rambutan dalam kondisi tidak layak konsumsi (busuk).
Temuan ini memicu kekecewaan sekaligus mempertanyakan standar pengawasan kualitas makanan dalam program yang bertujuan menunjang gizi pelajar.
Menanggapi hal itu, pihak SPPG Tambunan Makale Utara mengakui adanya kelalaian sehingga buah yang tidak layak konsumsi tetap lolos ke dalam paket MBG.
“Mungkin ada sedikit lalai, mungkin. Tapi untuk sengaja, itu tidak ada. Namanya kita manusia biasa, tidak sengaja. Rambutan ji,” ujar perwakilan SPPG Tambunan, Ibu Onna saat dikonfirmasi, Jumat (27/2/2026), dilansir dari KATA-KITA.ID.
SPPG Tambunan berdalih bahwa sebelum makanan didistribusikan, telah dilakukan proses penyortiran berlapis.
“Bayangkan dikemas pagi, dikasih masuk plastik. Disortir dulu oleh kepala dapur dengan ahli gizi, setelah itu masuk dalam pemorsian, setelah itu disortir lagi,” jelasnya.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan rambutan busuk tetap sampai ke tangan siswa. Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar terkait efektivitas proses sortir yang diklaim dilakukan dalam beberapa tahap.
Publik menilai, jika pemeriksaan benar-benar dilakukan secara ketat dan berlapis, seharusnya tidak ada lagi bahan makanan yang tidak layak konsumsi lolos dalam pendistribusian.
Program MBG sejatinya dirancang untuk menjamin asupan makanan yang sehat dan aman bagi siswa. Karena itu, kejadian ini dinilai perlu menjadi bahan evaluasi menyeluruh agar pengawasan dan kualitas distribusi makanan diperketat, sehingga kasus serupa tidak kembali terulang.
Penulis: Nober Salamba
Editor: Redaksi






