TATOR, UPDATENEWS – Praktik dugaan penyalahgunaan BBM subsidi di SPBU Minanga jadi sorotan pasalnya meski sudah terang-terangan pihak Aparat Kepolisian Polres Tana Toraja hingga saat ini belum mengambil tindakan. Mulai dari pelangsiran menggunakan kendaraan modifikasi, jerigen hingga penggunaan izin dan barcode yang diduga tidak sesuai peruntukan (Palsu).
Aktivitas pengisian solar subsidi di SPBU Minanga dalam beberapa waktu terakhir ramai diperbincangkan. Kondisi ini memicu kecurigaan adanya celah dalam sistem distribusi dan pengawasan di lapangan.
Sistem digitalisasi melalui barcode sejatinya dirancang untuk memastikan penyaluran tepat sasaran. Praktik-praktik tersebut bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga merugikan masyarakat kecil yang bergantung pada BBM subsidi untuk aktivitas ekonomi sehari-hari.
Pengawasan tidak cukup hanya mengandalkan sistem digital. Keterlibatan aparat penegak hukum diperlukan untuk menutup ruang penyimpangan.
Kasus di SPBU Minanga menjadi alarm bahwa tata kelola distribusi BBM subsidi perlu evaluasi menyeluruh. Jika tidak, praktik serupa berpotensi terus berulang, sementara masyarakat kecil kembali menjadi pihak yang paling dirugikan.
Beberapa waktu lalu pengawas SPBU Minanga, Gusti mengakui ada praktik pengisian BBM subsidi menggunakan barcode palsu yang digunakan para supir. Namun hingga saat ini aksi dan deretan kasus tersebut tak ditindaklanjuti oleh Polres Tator.
Sementara itu Kasat Reskrim polres Tator, IPTU Syahruddin yang berusaha dikonfirmasi enggan merespon dan memilih Bungkam.
Penulis: Nober Salamba
Editor: Redaksi






