TATOR, UPDATENEWS – Sejumlah proyek pembangunan di Kabupaten Tana Toraja yang tidak rampung (Molor) hingga akhir tahun anggaran 2025 kian menegaskan buruknya tata kelola keuangan daerah di era kepemimpinan Bupati Zadrak Tombeg bersama Wakil Bupati Erianto Laso’ Paundanan (Zatria).
Keterlambatan berbagai proyek strategis tersebut memunculkan pertanyaan serius terkait perencanaan, penganggaran, hingga pengawasan penggunaan keuangan daerah.
Padahal setiap proyek yang dibiayai APBD seharusnya dirancang dengan perhitungan matang agar dapat selesai tepat waktu dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat.
Fakta di lapangan menunjukkan, tahun ini hampir semua proyek yang ditenderkan di Tana Toraja bakal mengalami keterlambatan penyelesaian. Kondisi ini dinilai mencerminkan lemahnya manajemen keuangan dan minimnya kontrol terhadap pelaksanaan pekerjaan oleh pemerintah daerah.
Pengamat kebijakan publik di Tana Toraja menilai, ketidakmampuan pemerintah daerah menyelesaikan proyek tepat waktu berpotensi menimbulkan kerugian negara. Selain berdampak pada kualitas pembangunan, proyek yang molor juga berisiko menambah beban anggaran akibat perpanjangan kontrak maupun pekerjaan ulang.
“Ini bukan sekadar soal teknis di lapangan, tapi menyangkut tata kelola keuangan yang tidak sehat. Jika perencanaan dan pengawasan berjalan baik, proyek seharusnya selesai tepat waktu,” ujar salah satu pemerhati kebijakan daerah.
Masyarakat pun mulai mempertanyakan komitmen dan kapasitas kepemimpinan Zatria dalam mengelola anggaran publik. Transparansi penggunaan anggaran serta pertanggungjawaban atas proyek-proyek yang tak rampung dinilai mendesak untuk segera dibuka ke publik.
Temuan wartawan UPDATENEWS dilapangan ada sejumlah proyek yang anggarannya cukup fantastis menyentuh angka miliaran namun belum rampung dikerjakan.
Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg yang berusaha dikonfirmasi hingga berita ini diterbitkan belum mendapatkan respon terkait penyebab utama keterlambatan sejumlah proyek tersebut maupun langkah konkret yang akan diambil untuk memperbaiki tata kelola keuangan daerah ke depan.
Penulis: Nober Salamba
Editor: Redaksi






