TATOR, UPDATENEWS — Panitia Natal Nasional 2025 menyelenggarakan Perayaan Natal Nasional secara hybrid di Toraja Utara, Senin (5/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Natal Nasional 2025 yang mengusung tema “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga.”
Perayaan Natal Nasional Hybrid di Toraja Utara menegaskan bahwa Natal tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa rohani semata, tetapi juga sebagai momentum kasih yang hadir dan bekerja nyata dalam kehidupan keluarga, gereja, serta masyarakat. Perayaan ini dihadiri oleh 102 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, tokoh gereja, penerima manfaat bantuan sosial, serta mahasiswa penerima beasiswa.
Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, S.T., S.M., M.Ak., yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Natal Nasional yang dinilai menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Menurutnya, perayaan Natal Nasional Hybrid di Toraja Utara mampu memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama kehidupan sosial dan pembangunan daerah.
Ketua Panitia Natal Hybrid Toraja, Anugerah Y. Rundupadang, menjelaskan bahwa perayaan Natal Nasional di Toraja dirancang selaras dengan semangat nasional, yakni sederhana dalam pelaksanaan namun berdampak nyata bagi umat dan masyarakat.
“Natal Nasional Hybrid di Toraja kami maknai sebagai peristiwa iman yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Melalui perayaan ini, kami ingin memastikan pesan Natal benar-benar dirasakan oleh keluarga, gereja, dan generasi muda, khususnya melalui program-program bantuan yang menjawab kebutuhan nyata,” ujar Anugerah.
Ia menambahkan, kehadiran para pendeta penerima bantuan ambulans dan paket sembako, serta mahasiswa penerima beasiswa, menjadi wujud konkret bagaimana nilai-nilai Natal dihadirkan melalui tindakan kasih dan pelayanan bersama.
Sementara itu, Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa pelaksanaan Natal Nasional Hybrid di Toraja merupakan bagian dari komitmen Panitia Natal Nasional untuk menghadirkan perayaan Natal yang inklusif dan menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
“Natal Nasional 2025 kami rancang agar tidak berhenti pada seremoni. Melalui berbagai program sosial, pendidikan, dan kesehatan, kami ingin memastikan bahwa keluarga Indonesia benar-benar merasakan kehadiran kasih Tuhan,” kata Maruarar.
Sebagai bagian dari rangkaian Natal Nasional 2025, Panitia Natal Nasional menyalurkan berbagai program bantuan berskala nasional. Di bidang kesejahteraan masyarakat, disalurkan 20.000 paket sembako ke sepuluh wilayah di Indonesia, termasuk Toraja.
Selain itu, Panitia Natal Nasional juga menyalurkan bantuan pendidikan senilai Rp10 miliar kepada 1.000 penerima manfaat di sepuluh wilayah, dengan masing-masing penerima memperoleh Rp10 juta. Program beasiswa ini ditujukan untuk memperkuat akses pendidikan serta membangun masa depan generasi muda di daerah-daerah pelayanan.
Di sektor kesehatan, Panitia Natal Nasional 2025 menyalurkan bantuan berupa ambulans untuk mendukung pelayanan gereja dan masyarakat di berbagai wilayah, termasuk Toraja. Program ini turut dilengkapi dengan bantuan sosial lainnya, seperti penguatan pelayanan gereja, dukungan komunitas, serta bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana alam.
Perayaan Natal Nasional 2025 dilaksanakan secara serentak di sepuluh titik di Indonesia, yakni Ambon, Toba, Manado, Jailolo (Maluku Utara), Kalimantan Barat, Nias, Nusa Tenggara Timur, Papua Pegunungan, Toraja, dan Mentawai. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang sebagai satu kesatuan perayaan iman yang mengedepankan kesederhanaan, kebersamaan, dan dampak nyata bagi keluarga.






