TORUT, UPDATENEWS – Dua orang lanjut usia (lansia) kakak beradik tewas dalam kebakaran rumah di Lembang Sikuku, Dusun Buntu Se’pon, Kecamatan Kapala Pitu, Kabupaten Toraja Utara sekitar pukul 06.00 Wita, Minggu (18/10/2026). Keduanya diduga tidak sempat menyelamatkan diri saat api membesar karena masing-masing mengalami keterbatasan fisik, yakni lumpuh dan buta.
Korban diketahui bernama Yohana Somba (80) dan Dina Mombo (78). Keduanya dilaporkan sedang tidur di kamar saat kebakaran terjadi.
Kapolres Toraja Utara, AKBP Yoseph Adi Rakhmat Sudrajat, membenarkan peristiwa yang merenggut nyawa dua lansia tersebut.
“Iya dua orang meninggal dalam kebakaran tadi, sama-sama lansia. Korbannya kakak adik. Kasihan karena satu lumpuh, satunya buta korbannya itu,” kata Yoseph saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (18/10/2026).
Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan keterangan saksi, kebakaran diduga dipicu hubungan arus pendek listrik atau korsleting.
“Berdasarkan olah TKP dan keterangan saksi, penyebabnya diduga karena korsleting. Api cepat membesar karena rumah panggung berbahan kayu dan mudah terbakar,” ujarnya.
Yoseph menjelaskan, kedua korban tinggal bersama seorang anggota keluarga bernama Papa Sonda. Sekitar pukul 05.00 Wita, Papa Sonda berangkat ke ladang milik mereka.
Tidak lama setelah meninggalkan rumah, Papa Sonda melihat kepulan asap membumbung tinggi dari arah rumahnya. Ia kemudian bergegas pulang untuk memastikan kondisi di lokasi.
Namun, saat tiba di rumah, api sudah membesar. Papa Sonda pun berteriak meminta pertolongan warga untuk memadamkan api dan menyelamatkan penghuni rumah.
“Sekitar pukul 05.00 Wita, anaknya itu pergi ke kebun. Tidak lama kemudian dia melihat kepulan asap dan langsung pulang. Dia melihat api sudah besar dan langsung teriak minta tolong,” ungkapnya.
Api akhirnya berhasil dipadamkan. Namun, kedua lansia tersebut ditemukan sudah meninggal dunia. Rumah panggung yang mereka tempati juga hangus terbakar hingga rata dengan tanah dan hanya menyisakan rangka bangunan.
Akibat kejadian itu, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp40 juta.
“Kerugian materi ditaksir sekitar Rp 40 juta,” ungkap Yoseph.
Penulis: Nober Salamba
Editor: Redaksi
