MAKASSAR, UPDATENEWS— Universitas Sawerigading Makassar menggelar kuliah umum bertema “Menembus Brikade di Dunia Tanpa Tatanan” pada Rabu, 14 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi ruang akademik bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, membangun pemikiran kritis, serta memahami berbagai tantangan dan dinamika yang berkembang dalam tatanan global.
Kuliah umum tersebut menghadirkan Dr. Yundini Husni Djamaluddin, M.Si. sebagai pemateri. Diketahui Dr. Yundini merupakan PR Consultan IMS, perusahaan Australia Darwin Australi, dan Komisaris PT Hamaren, Hamamatsu Jepang dan aktif di berbagai perusahaan lainnya sebagai konsultan.
Kegiatan berlangsung mulai pukul 12.30 WITA hingga selesai, bertempat di Aula Lantai 2 Universitas Sawerigading Makassar.

Rektor Universitas Sawerigading Makassar, Prof. Dr. Andi Melantik Rompegading, S.H., M.H., dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan akademik semacam ini untuk memperkaya perspektif mahasiswa dalam memahami perkembangan dunia yang semakin kompleks dan dinamis.
Menurut Rektor, kuliah umum tidak sekadar menjadi forum penyampaian materi, tetapi juga merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, memperluas cakrawala pengetahuan, dan membangun kepekaan terhadap berbagai persoalan global.

“Kegiatan ini menjadi ruang untuk memperluas wawasan, membangun pemikiran kritis, serta memahami tantangan dan dinamika dunia global,” ujar Rektor dalam sambutannya.
Tema “Menembus Brikade di Dunia Tanpa Tatanan” mengangkat refleksi tentang berbagai hambatan, tantangan, dan perubahan yang dihadapi masyarakat dalam situasi global yang terus bergerak. Dalam konteks tersebut, mahasiswa sebagai generasi intelektual diharapkan mampu membaca perubahan secara kritis, memahami beragam perspektif, serta mengembangkan kemampuan untuk merespons persoalan dengan pemikiran yang terbuka dan analitis.
Melalui kegiatan ini, Universitas Sawerigading Makassar terus mendorong penguatan tradisi akademik yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan di ruang kelas, tetapi juga pada pembentukan karakter intelektual mahasiswa yang adaptif, kritis, dan memiliki wawasan luas.

Dalam ulasannya, Dr. Yundini Husni Djamaluddin, memberikan perspektif baru kepada sivitas akademika dalam memahami kompleksitas dunia kontemporer, sekaligus mendorong mahasiswa untuk lebih aktif dalam membaca fenomena sosial, politik, ekonomi, dan berbagai perubahan yang memengaruhi kehidupan masyarakat.
“Kita tidak boleh menunggu tatanan datang, tetapi jadilah tatanan itu sendiri, “jelas Dr. Yundini.

Penyelenggaraan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Universitas Sawerigading Makassar dalam memperkuat atmosfer akademik serta menghadirkan ruang dialog intelektual yang relevan dengan perkembangan zaman.
Universitas Sawerigading Makassar berharap kegiatan ini dapat memantik semangat mahasiswa untuk terus belajar, mempertajam daya kritis, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan global dengan pengetahuan serta perspektif yang lebih luas.






