MAKASSAR, UPDATENEWS – Kepala BBPOM, Yosef Dwi Irwan Prakasa Setiawan bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham menancapkan badik sebagai simbol perlawanan terhadap peredaran dan penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT) di Kota Makassar. Hal tersebut dilakukan dalam kegiatan Aksi Nasional pencegahan penyalahgunaan OOT yang melibatkan pelajar, tokoh masyarakat, hingga aparat penegak hukum.
Dalam rangka penguatan sinergi dan pemberdayaan masyarakat, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Makassar menggelar Aksi Nasional (Aknas) pencegahan penyalahgunaan OOT bertema “Lawan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu, Selamatkan Generasi Bangsa”.
“Penyalahgunaan OOT bukan hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga memengaruhi intelektual, mental, dan perilaku generasi muda,” ujar Yosef.
Ia mengatakan, sejumlah tindak kriminal kerap berawal dari penyalahgunaan OOT.
“Banyak tindak kriminal seperti perkelahian, pencurian, hingga kekerasan berawal dari penyalahgunaan obat-obatan ini,” sambungnya.
Sementara itu, Aliyah Mustika Ilham menegaskan upaya pencegahan penyalahgunaan OOT bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat penegak hukum.
Menurutnya, diperlukan kolaborasi seluruh pihak mulai dari orang tua, tenaga pendidik, tokoh agama, hingga masyarakat untuk melakukan pengawasan dan edukasi terhadap generasi muda.
Adapun jenis OOT seperti Tramadol, Trihexyphenidil, dan Dextromethorphan disebut telah mencapai level mengkhawatirkan dan mengancam kesehatan masyarakat, khususnya generasi muda.
Penulis: Nober Salamba
Editor: Redaksi








