TATOR, UPDATENEWS – Potret memprihatinkan kembali terlihat dari pedalaman Kecamatan Simbuang, Kabupaten Tana Toraja. Seorang warga yang sakit terpaksa ditandu selama enam jam perjalanan melewati hutan dan pinggiran tebing batu akibat akses jalan yang tak dapat dilalui kendaraan.
Peristiwa itu dialami Ambe’ Siti, warga Lingkungan Pabatan, Kelurahan Sima, Kecamatan Simbuang, pada Minggu (17/5/2026). Ambe’ Siti sebelumnya berada di Kasambi, Lembang Simbuang Batutallu.
Namun karena kondisi kesehatannya menurun, ia meminta dipulangkan ke rumah keluarganya di Pabatan. Satu-satunya cara yang dapat dilakukan warga adalah menandu Ambe’ Siti menyusuri jalan setapak.
“Beberapa waktu lalu Ambe’ Siti kesini di Kasambi, namun karena mengalami Sakit ia meminta untuk kembali ke rumahnya di Pabatan di Kelurahan Sima, jadi Ambe’ Siti ditandu kembali ke rumahnya,” ungkap Dhellen, kerabat Ambe’ Siti saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (20/5/2026).
Perjalanan menuju Pabatan memakan waktu sekitar lima hingga enam jam berjalan kaki. Warga harus melewati jalur sempit di pinggir tebing batu, semak belukar, hingga kawasan hutan karena akses jalan belum dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Ambe’ Siti ditandu 5 sampai 6 jam untuk sampai di rumahnya di Pabatan, puluhan kilometer melewati jalan setapak dipinggir tebing batu dan semak belukar serta hutan,” jelas Dhelen.
Kondisi keterisolasian warga di Simbuang dan Mappak disebut bukan persoalan baru. Hingga kini, masyarakat di wilayah Simbuang-Mappak masih harus berjibaku dengan minimnya infrastruktur jalan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari pendidikan, ekonomi hingga layanan kesehatan.
“Ini sudah berlangsung sejak lama, bahkan sejak Indonesia merdeka pun kondisi akses masih sulit dan jauh dari kata layak. Masyarakat simbuang harus berjibaku melintas jalan-jalan yang rusak untuk bersekolah, menjual hasil kebun dan sawah hingga berobat ke pelayanan kesehatan yang ada di Tana Toraja,” tutup Dhelen.
Lingkungan Pabatan diketahui bertetangga dengan Tosik, wilayah yang sempat viral di media sosial beberapa tahun lalu karena kondisi fasilitas pendidikan yang dinilai jauh dari layak.
Penulis: Nober Salamba
Editor: Redaksi






