MAKASSAR, UPDATENEWS — Perjalanan Dr. Irwan, S.Sos.,M.Pd., di dunia akademik bukanlah cerita instan. Bertahun-tahun ia menapaki jalur tridarma perguruan tinggi—mengajar, meneliti, dan mengabdi kepada masyarakat—dengan konsistensi yang tidak selalu mudah. Kini, kerja keras itu berbuah manis. Ketua Program Studi Sosiologi Universitas Sawerigading tersebut resmi dipromosikan menjadi Lektor Kepala.
Kenaikan jabatan ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 43973/A/KPT.KP/2025 yang berlaku mulai 1 Desember 2025. Penetapan tersebut menjadi penanda penting atas perjalanan panjang karier akademiknya.
Sebelum promosi ini diraih, Irwan harus melewati berbagai tahapan penilaian, mulai dari pemenuhan syarat administratif hingga uji kompetensi. Melalui Sertifikat Uji Kompetensi Jabatan Akademik Dosen Nomor 12350/B.B4/DT.04.01/2025, ia dinyatakan layak naik jabatan ke Lektor Kepala dalam bidang kepakaran Sosiologi Pariwisata Inklusif dan Pemberdayaan Masyarakat. Sertifikat tersebut ditandatangani secara elektronik oleh Direktur Sumber Daya Ditjen Dikti sebagai bentuk pengakuan resmi negara.
Irwan sendiri bukanlah sosok baru dalam dunia akademik. Berstatus sebagai Dosen Tetap Universitas Sawerigading dengan pendidikan Doktor (S3) Sosiologi, ia sebelumnya menjabat sebagai Lektor sejak 1 November 2021. Seiring waktu, ia terus mengukir jejak melalui penelitian, publikasi ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat, khususnya pada isu pariwisata inklusif dan pemberdayaan komunitas lokal.
Baginya, pencapaian ini bukan sekadar kenaikan jabatan, melainkan amanah baru.
“Promosi jabatan ini adalah hasil perjalanan panjang yang penuh proses belajar dan pengabdian. Ini menjadi tanggung jawab moral untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, riset, dan pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Di balik pengakuan formal tersebut, terdapat kisah tentang ketekunan menyusun karya ilmiah, membangun jejaring penelitian, mendampingi desa wisata, hingga turun langsung melihat realitas sosial masyarakat. Semua itu memperkuat komitmennya untuk terus mendorong pengembangan pariwisata inklusif, desa wisata, kearifan lokal, dan pembangunan berkelanjutan.
Kenaikan jabatan ini menjadi bentuk pengakuan atas konsistensi Irwan dalam mengembangkan ilmu sosiologi, sekaligus menjadi penyemangat baru untuk melanjutkan kontribusi akademiknya—tidak hanya di kampus, tetapi juga di tengah masyarakat yang selama ini menjadi ruang belajarnya.









