MAKASSAR, UPDATENEWS— Universitas Sawerigading (UNSA) Makassar kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat regional. Pada ajang LLDikti IX Award Tahun 2025, UNSA Makassar berhasil meraih Juara 1 Kategori Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Terbaik.
Penghargaan tersebut diumumkan dalam rangkaian kegiatan LLDikti IX Award 2025 yang dirangkaikan dengan Launching Buku “Cahaya Pendidikan Tinggi Terbit Terang Benderang dari Wilayah IX (Jilid 2)”, yang berlangsung pada Sabtu, 20 Desember 2025, di Dian Auditorium STIE Ciputra Makassar.
Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen UNSA Makassar dalam mewujudkan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, baik kekerasan seksual, perundungan, diskriminasi, maupun bentuk kekerasan lainnya. Satgas PPKPT UNSA dinilai unggul dalam aspek kebijakan, sistem pencegahan, mekanisme pelaporan, pendampingan korban, serta keberlanjutan program edukasi di lingkungan kampus.
Rektor Universitas Sawerigading Makassar, Prof. Dr. A. Melantik Rompegading, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim Satgas PPKPT UNSA atas dedikasi dan kerja kolaboratif yang telah dibangun selama ini.
“Penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika UNSA Makassar dalam membangun budaya kampus yang berintegritas, berkeadilan, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Ini sekaligus menjadi tanggung jawab moral untuk terus meningkatkan kualitas perlindungan di lingkungan perguruan tinggi,” ungkapnya.
LLDikti IX Award merupakan ajang apresiasi resmi yang diberikan kepada perguruan tinggi, dosen, tenaga kependidikan, serta unit-unit pendukung yang menunjukkan kinerja unggul dan berdampak nyata. Kategori Satgas PPKPT menjadi salah satu kategori strategis karena sejalan dengan kebijakan nasional dalam menciptakan kampus aman dan ramah bagi seluruh warga kampus.
Dengan diraihnya Juara 1 Satgas PPKPT Terbaik, UNSA Makassar semakin menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada perlindungan, kesejahteraan, dan martabat sivitas akademika.












