TATOR, UPDATENEWS – Pembangunan Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Tana Toraja (Tator) menyisakan sejumlah pertanyaan. Proyek yang dikerjakan secara bertahap itu disebut telah melalui empat kali tahapan dengan pelaksana berbeda, sementara kontraktor yang sama mengaku dua kali memenangkan tender menggunakan perusahaan berbeda.
Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Tator, Candra Resa P, menyebut pelaksana (kontraktor) berbeda-beda.
“Dan seingat kami tahapannya sudah 4 kali dengan pelaksana yang berbeda-beda,” kata Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Tator, Candra Resa P, saat dikonfirmasi wartawan UPDATENEWS, Kamis (5/11/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan kantor BPKPD tersebut dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan ketersediaan anggaran pada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Pelaksanaan pembangunan kantor BPKPD memang dikerjakan secara bertahap sesuai dengan ketersediaan anggaran di OPD terkait,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut berbanding terbalik dengan kontraktor yang akrab disapa Robot mengakui telah dua kali memenangkan tender pembangunan kantor BPKPD menggunakan perusahaan berbeda.
“Saya baru dua kali pak, ia,” singkatnya saat dikonfirmasi, Kamis (5/11/2026).
Pengakuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai proses pergantian perusahaan pelaksana dalam beberapa tahapan pembangunan. Terlebih, proyek yang dibiayai melalui anggaran pemerintah itu semestinya dilaksanakan dengan proses pengadaan yang transparan, kompetitif, dan akuntabel.
Papan Proyek Tak Ditemukan
Persoalan transparansi juga terlihat dari tidak ditemukannya papan informasi proyek saat wartawan UPDATENEWS melakukan pemantauan langsung di lokasi pembangunan.
Padahal, papan informasi proyek merupakan salah satu sarana untuk mengetahui informasi pekerjaan, termasuk nilai anggaran, sumber dana, pelaksana, serta waktu pelaksanaan.
Menanggapi hal tersebut, Robot membantah menyembunyikan papan proyek. Ia menduga papan informasi itu telah dipindahkan pekerja ketika aktivitas pengangkutan material timbunan berlangsung.
“Saya tidak sembunyikan ada jih di sana itu, nanti saya tanya tukang. Mungkin ada mobil bawa timbunan tadi dulu jadi sudah diambili dulu,” ucap Robot saat dikonfirmasi.
Informasi yang dihimpun anggaran pembangunan kantor BPKPD Tator bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU).
Penulis: Nober Salamba
Editor: Redaksi
