MAKASSAR, UPDATENEWS – Universitas Sawerigading terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi melalui pengembangan kurikulum yang adaptif, relevan, dan berorientasi pada kebutuhan lulusan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Workshop Penyusunan Kurikulum Perguruan Tinggi Berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang dilaksanakan pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Universitas Sawerigading tersebut diikuti oleh sejumlah unsur sivitas akademika. Workshop menjadi ruang bersama untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan dalam menyusun serta mengembangkan kurikulum berbasis capaian pembelajaran yang terukur.
Pendekatan Outcome-Based Education (OBE) menempatkan capaian pembelajaran lulusan atau learning outcomes sebagai titik utama dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pendidikan. Dengan pendekatan ini, proses pendidikan tidak hanya berfokus pada materi yang disampaikan oleh dosen, tetapi lebih diarahkan pada kompetensi, keterampilan, pengetahuan, sikap, dan karakter yang harus dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan.
Dalam workshop tersebut, penyusunan kurikulum berbasis OBE diarahkan untuk dimulai dari perumusan profil lulusan. Profil tersebut harus mencerminkan kebutuhan dunia kerja, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kebutuhan masyarakat, serta visi dan misi perguruan tinggi dan program studi.
Profil lulusan kemudian diterjemahkan ke dalam Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang mencakup aspek sikap, pengetahuan, keterampilan umum, dan keterampilan khusus. CPL selanjutnya dijabarkan secara lebih spesifik melalui Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) dan Sub-CPMK, sehingga kemampuan yang harus dicapai mahasiswa pada setiap mata kuliah dapat dirumuskan secara jelas dan terukur.
Salah satu aspek penting yang menjadi perhatian dalam penyusunan kurikulum OBE adalah keterkaitan antarkomponen kurikulum. Setiap mata kuliah harus memiliki kontribusi yang jelas terhadap pencapaian CPL program studi. Karena itu, diperlukan pemetaan yang sistematis antara CPL, CPMK, Sub-CPMK, bahan kajian, strategi pembelajaran, metode pembelajaran, serta metode asesmen.
Pemetaan tersebut diharapkan dapat memastikan bahwa proses pembelajaran tidak berjalan secara parsial. Setiap mata kuliah memiliki posisi dan kontribusi yang jelas dalam membentuk kompetensi lulusan sesuai profil yang telah ditetapkan oleh program studi.
Lebih dari sekadar penyusunan dokumen kurikulum, penerapan OBE juga menuntut adanya evaluasi secara berkelanjutan. Kurikulum harus terus dikaji berdasarkan hasil asesmen capaian pembelajaran mahasiswa, kebutuhan dunia kerja, perkembangan keilmuan dan teknologi, serta dinamika kebutuhan masyarakat.
Dengan demikian, kurikulum berbasis OBE merupakan sebuah siklus yang mencakup perumusan profil lulusan dan CPL, pengembangan struktur kurikulum, penyusunan CPMK dan Sub-CPMK, pelaksanaan pembelajaran, asesmen, evaluasi ketercapaian CPL, serta tindak lanjut penyempurnaan kurikulum.
Melalui workshop ini, Universitas Sawerigading diharapkan semakin siap mengimplementasikan kurikulum yang tidak hanya memenuhi tuntutan akademik dan regulasi pendidikan tinggi, tetapi juga mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi profesional, kemampuan berpikir kritis, keterampilan adaptif, serta kesiapan menghadapi perubahan dunia kerja dan tantangan global.
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum penting bagi Universitas Sawerigading untuk membangun budaya akademik yang berorientasi pada mutu dan hasil pembelajaran. Implementasi OBE diharapkan mampu memperkuat keterhubungan antara proses pendidikan di perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat, dunia kerja, perkembangan teknologi, serta tuntutan profesional di masa depan.
Dengan semangat kolaborasi dan perbaikan berkelanjutan, penyusunan kurikulum berbasis OBE diharapkan menjadi salah satu langkah strategis Universitas Sawerigading dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat daya saing lulusannya di tingkat nasional maupun global.






