MAKASSAR, UPDATENEWS – Dunia keperawatan di Sulawesi Selatan memasuki babak baru. Aktivis keperawatan Indonesia, Sarifudin Andi Latif, S.Kep., Ns., M.Kes., M.M., resmi dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Daerah Perkumpulan Perawat Pembaharuan Indonesia (PPPI) Provinsi Sulawesi Selatan untuk masa bakti 2026–2031.
Sosok yang akrab disapa “Panglima” ini dikenal luas sebagai aktivis dan akademisi yang selama ini konsisten memperjuangkan hak, kesejahteraan, serta perlindungan profesi perawat di Indonesia. Kepemimpinannya di PPPI Sulawesi Selatan diharapkan menjadi energi baru dalam memperkuat posisi perawat sebagai bagian penting dari sistem kesehatan nasional.
Bagi kalangan perawat di Sulawesi Selatan, nama Sarifudin Andi Latif bukanlah sosok baru. Ia dikenal memiliki karakter kepemimpinan yang tegas, kritis, dan berani menyuarakan kepentingan profesi di berbagai forum organisasi, akademik, maupun ruang kebijakan publik.
Menurut Sarifudin, perawat merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan yang memiliki kontribusi besar dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Namun hingga kini, masih banyak perawat yang menghadapi berbagai persoalan mendasar, mulai dari ketimpangan kesejahteraan, keterbatasan perlindungan profesi, hingga minimnya ruang partisipasi dalam proses pengambilan kebijakan kesehatan.
“Perawat bekerja siang dan malam, berada di garis depan pelayanan kesehatan, mendampingi pasien sejak lahir hingga akhir hayat. Namun masih banyak yang belum memperoleh penghargaan dan perlindungan yang sepadan. Kondisi ini harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman di bidang keperawatan, kesehatan masyarakat, serta kajian sosial, Sarifudin menilai persoalan keperawatan tidak dapat dilepaskan dari kebijakan kesehatan yang lebih luas. Karena itu, organisasi profesi harus hadir sebagai instrumen perjuangan dan perubahan.
Di bawah kepemimpinannya, PPPI Sulawesi Selatan akan diarahkan menjadi organisasi yang tidak hanya aktif secara administratif, tetapi juga menjadi rumah perjuangan bagi seluruh perawat.
Empat agenda utama yang akan menjadi fokus organisasi ke depan meliputi:
- Memperjuangkan kesejahteraan anggota.
- Melindungi martabat dan kehormatan profesi.
- Mengembangkan kapasitas sumber daya manusia perawat.
- Menjadi mitra kritis dan konstruktif pemerintah dalam pembangunan kesehatan.
“Organisasi profesi tidak boleh hanya hadir dalam kegiatan seremonial. Organisasi harus menjadi alat perjuangan, alat advokasi, dan alat perubahan yang mampu menjawab kebutuhan anggota,” tegasnya.
Salah satu isu yang menjadi perhatian utama PPPI Sulsel adalah persoalan kesejahteraan perawat. Hingga saat ini masih terdapat perawat yang bekerja dengan sistem pengupahan yang belum memenuhi prinsip keadilan, menghadapi ketidakpastian status kerja, serta keterbatasan akses terhadap perlindungan sosial dan ketenagakerjaan.
Menurut Sarifudin, peningkatan kesejahteraan perawat harus menjadi bagian dari agenda pembangunan kesehatan nasional.
“Kita tidak bisa berharap pelayanan kesehatan yang berkualitas apabila kesejahteraan tenaga kesehatannya diabaikan. Kesejahteraan perawat adalah investasi bagi kualitas pelayanan kesehatan masyarakat,” katanya.
Untuk itu, PPPI Sulsel berkomitmen mendorong sejumlah agenda strategis, antara lain standarisasi kesejahteraan perawat, perlindungan hak-hak normatif tenaga keperawatan, peningkatan akses jaminan sosial ketenagakerjaan, kepastian status kerja, serta penguatan advokasi bagi perawat yang menghadapi persoalan hukum maupun ketenagakerjaan.
Sarifudin juga menegaskan pentingnya reformasi kebijakan kesehatan yang lebih berpihak kepada tenaga kesehatan, khususnya perawat.
“Jangan sampai mereka yang berada di garis depan pelayanan justru menjadi kelompok yang paling rentan. Kita membutuhkan kebijakan yang adil, berkelanjutan, dan berpihak pada tenaga kesehatan,” ujarnya.
Kepemimpinan PPPI Sulawesi Selatan periode 2026–2031 diharapkan mampu menghadirkan organisasi yang lebih progresif, kritis, dan responsif terhadap kebutuhan anggota. Dengan semangat pembaharuan dan perjuangan, PPPI Sulsel diharapkan menjadi kekuatan baru dalam mendorong kemajuan profesi keperawatan sekaligus memperjuangkan kesejahteraan perawat di Indonesia.
“Perawat harus bersatu, kuat, dan bermartabat. Tidak ada perubahan tanpa perjuangan, dan tidak ada perjuangan tanpa organisasi yang kuat. PPPI harus menjadi rumah besar perjuangan perawat Indonesia,” tutup Sarifudin Andi Latif.









