TATOR, UPDATENEWS – Camat Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Alfian Andilolo, menyebut Badan Gizi Nasional (BGN) ngawur terkait peringatan (warning) terhadap SPPG Rante Kalua’ yang diduga membuang limbah ke saluran sungai dan irigasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Alfian melalui salah satu grup WhatsApp, menanggapi pemberitaan UPDATENEWS berjudul “BGN Warning SPPG Rante Kalua’ Mengkendek Tana Toraja Buang Limbah ke Sungai-Irigasi”, Senin (21/9/2026).
“Ndak benar ini air limbah yang keluar sdh bersih yang ke sungai, Bgs bgnnya ketemu saya. Saya antar ke ipalnya, Ini wilayah kami dan sdh cek kenapa lagi bgn bicaranya ngawur,” tulis Alfian.
Sebelumnya diberitakan, BGN menegaskan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib memiliki fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) standar sebelum beroperasi.
Penegasan tersebut disampaikan menyusul dugaan pembuangan limbah dari SPPG Rante Kalua’ ke saluran yang terhubung dengan sungai dan saluran irigasi yang digunakan untuk pengairan persawahan masyarakat.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kendari yang membawahi wilayah Toraja, Mulyadi, mengatakan SPPG wajib menyediakan fasilitas IPAL standar.
“SPPG memiliki kewajiban untuk menyediakan fasilitas IPAL standar sebagai persyaratan mutlak bagi SPPG sebelum operasional,” ujar Mulyadi saat dikonfirmasi UPDATENEWS melalui sambungan WhatsApp, Minggu (20/9/2026).
Mulyadi mengatakan ketentuan tersebut telah diatur dalam petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan program. Namun, terkait kondisi teknis fasilitas IPAL di SPPG Rante Kalua’, ia mengarahkan konfirmasi kepada pihak terkait di wilayah Tana Toraja.
“Saya sudah jawab secara umum sesuai juknis. Adapun hal-hal teknis silahkan dengan Korwil Toraja, Korcam dan Ka SPPG terkait tentang kondisi IPAL,” ujarnya.
Sementara itu, Keterangan Kepala SPPG Rante Kalua’ Mengkendek Tator, Alex Sima Karurukan, mengakui adanya proses pembuangan limbah ke sungai hingga saluran irigasi.
“Kita kan langsung ke drainasenya di ujung sungai di sana, kalau itu sudah ditutup pak karena limbah kecilnya itu sudah ada saringan semuanya pak. Ada tabung saringannya airnya jernih keluarnya,” kata Alex kepada UPDATENEWS saat dikonfirmasi, Jumat (11/9/2026).
Ia mengklaim memiliki tempat pembuangan limbah tersendiri, mulai dari sistem portable hingga manual.
“Ada itu semua saya mau tunjukkan foto-foto limbahnya sesuai standar semua pak limbah portabel ada, limbah manual ada 6 lubang kalau baru keluarnya jernih. Ada cairan penghancur bakteri,” klaimnya.
Namun, fakta berbeda ditemukan di lokasi. Berdasarkan bukti video yang diambil langsung pada 11 September lalu, saluran irigasi tampak dipenuhi busa diduga sabun bekas aktivitas pencucian ompreng dan airnya berwarna hijau.
Selain itu, terlihat adanya pipa saluran pembuangan limbah yang mengarah langsung ke saluran irigasi.
Penulis: Nober Salamba
Editor: Redaksi






