TATOR, UPDATENEWS – BBPOM Makassar akan menguji sampel makanan dalam kasus dugaan keracunan yang dialami 152 siswa SMPN 1 Makale dan SMPN 2 Makale (To’bo’ne), Kabupaten Tana Toraja. Hasil pemeriksaan untuk parameter mikrobiologi diperkirakan membutuhkan waktu tiga hingga lima hari.
Kepala BBPOM Makassar, Yosef Dwi Irwan Prakasa Setiawan, mengatakan sampel makanan tersebut akan diuji di BBPOM Makassar. Namun, hingga saat ini sampel belum diterima pihaknya.
“y bang, di atas sudah saya sampaikan bahwa sesuai informasi sampel akan diujikan di BBPOM Makassar, namun untuk saat ini memang belum kami terima sampelnya. Kami hanya menguji sampel makananya saja, sedangkan sampel muntahan biasanya diujikan di Labkesda,” ujar Yosef, kepada UPDATENEWS, Kamis (3/9/2026).
Menurut Yosef, waktu pemeriksaan bergantung pada parameter yang diuji. Untuk parameter mikrobiologi, diperlukan waktu inkubasi sekitar tiga hingga lima hari.
“bergantung pada parameter ujinya bang, karena untuk parameter mikrobilogi membutuhkan waktu inkubasi, sekitar 3 s/d 5 hari,” katanya.
Sementara itu, data yang diterima per kemarin total 164 siswa dari dua sekolah tersebut yang terdampak gejala diduga keracunan menjalani perawatan di tiga rumah sakit yang ada di Makale.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti keluhan para siswa belum diketahui. Hasil uji sampel makanan serta investigasi pihak terkait masih dinantikan untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.
Penulis: Nober Salamba
Editor: Redaksi






