LAMSEL, UPDATENEWS – Pelarian pelaku pembacokan brutal di Kecamatan Jati Agung berakhir setelah diburu Tim gabungan Satreskrim Polres Lampung Selatan dan Polsek Jati Agung selama tiga hari. Tersangka ditangkap saat berusaha kabur ke Kabupaten Kayu Agung, Sumatera Selatan, menggunakan mobil travel.
Kasat Reskrim Polres Lampung Selatan, AKP Stefanus Reinaldo Fajar Nuswantoro Boyoh, S.Tr.K., S.I.K., M.Sc., membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, tersangka berinisial A.A. (21), warga Desa Sidodadi Asri, Kecamatan Jati Agung, berhasil diamankan pada Sabtu, 11 Juli 2026, sekitar pukul 15.30 WIB.
“Benar, kami telah mengamankan tersangka A.A. yang sebelumnya melarikan diri menggunakan mobil travel menuju Kabupaten Kayu Agung, Sumatera Selatan,” ujar AKP Stefanus.
Peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Rabu, 8 Juli 2026, sekitar pukul 18.30 WIB di Dusun VI B, Desa Sidodadi Asri, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan. Korban, Aditia, warga Desa Babatan, Kecamatan Katibung, mengalami luka berat setelah dibacok menggunakan sebilah golok.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka robek di bagian belakang kepala sebelah kiri, telapak tangan kiri, dan lengan kanan.
Usai menerima laporan, Satreskrim Polres Lampung Selatan bersama Polsek Jati Agung langsung bergerak memburu pelaku. Pengejaran dilakukan secara intensif hingga ke wilayah Lampung Utara, termasuk menyisir sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian tersangka.
Penyelidikan kemudian mengungkap bahwa pelaku telah meninggalkan Lampung dan melarikan diri ke Sumatera Selatan menggunakan mobil travel. Berbekal informasi tersebut, tim berkoordinasi dengan Tekab 308 Polres Lampung Utara dan jajaran Polres Ogan Komering Ilir.
Upaya itu membuahkan hasil. Pelarian tersangka akhirnya terhenti setelah berhasil ditangkap di wilayah Kabupaten Kayu Agung.
“Penangkapan ini merupakan hasil penyelidikan gabungan Satreskrim Polres Lampung Selatan, Polsek Jati Agung, serta dukungan Tekab 308 Polres Lampung Utara dan jajaran Polres Ogan Komering Ilir,” kata Kasat Reskrim yang akrab di panggil Stef Boyoh.
Sementara itu, Kapolsek Jati Agung, IPDA Muhammad Yani, S.H., M.H., menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penyidikan, aksi penganiayaan tersebut dipicu rasa cemburu yang salah sasaran.
Pelaku mengira korban merupakan kekasih baru mantan pacarnya. Padahal, korban hanya mengantar mantan kekasih pelaku sebagai penumpang ojek. Karena diliputi emosi dan cemburu, pelaku mendatangi korban, lalu membacoknya berulang kali menggunakan sebilah golok.
“korban hanya mengantar mantan pacar pelaku sebagai penumpang ojek.” ujar Muhammad Yani.
Saat diperiksa penyidik, tersangka mengakui seluruh perbuatannya. Ia mengaku nekat melakukan penganiayaan karena terbakar rasa cemburu.
Dalam perkara ini, polisi mengamankan barang bukti berupa satu jaket biru dan satu celana jeans panjang milik korban, serta satu kemeja hitam lengan pendek dan satu celana pendek hitam milik pelaku yang dikenakan saat kejadian.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 466 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang penganiayaan yang mengakibatkan luka berat, dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun.
Penulis: Nazaruddin
Editor: Redaksi












