TATOR, UPDATENEWS – DPRD Tana Toraja (Tator) meminta pemerintah daerah menghentikan sementara pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) menyusul dugaan keracunan yang dialami siswa SMPN 1 Makale dan SMPN 2 Makale (To’bo’ne). DPRD juga akan mendorong pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan untuk mengusulkan kepada pemerintah pusat agar program MBG dihentikan atau diubah mekanismenya.
Ketua DPRD Tana Toraja, Kendek Rante, mengatakan kejadian tersebut perlu menjadi perhatian khusus pemerintah daerah agar pelaksanaan program MBG tidak kembali menimbulkan persoalan serupa.
“Kejadian yang terjadi saya kira hal yang perlu diperhatikan secara khusus oleh pemerintah daerah berkaitan dengan makanan bergizi gratis. Kita harapkan bahwa makanan Bergizi gratis ini perlu disikapi secara serius sehingga jangan lagi terjadi kejadian yang sama,” ujar Ketua DPRD Tator, Kendek Rante saat ditemui di RSUD Lakipadada, Kamis (3/9/2026).
Kendek Rante meminta pelaksanaan MBG untuk sementara dihentikan hingga pemerintah melakukan evaluasi.
“Kita mengharapkan bahwa apa yang akan dilakukan pemerintah daerah secara khusus bagi semua kegiatan ini untuk dihentikan sementara,” kata Kendek Rante.
Sementara itu, Anggota DPRD Tana Toraja, Randan Pantong Sampetoding (RPS), meminta pimpinan DPRD segera menggelar pertemuan dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menyikapi kejadian tersebut.
“Melihat kejadian yang terjadi hari ini terus terang kita prihatin, oleh karena itu tadi saya meminta kepada pimpinan untuk segera menindaklanjuti besok pertemuan semua pemangku kepentingan Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Forkopimda, BGN dan pengelola SPPG yang bersangkutan. Pertemuan ini sebisa mungkin Pemda baik itu legislatif maupun eksekutif untuk satu pendapat mengusulkan ke pusat supaya ini program MBG jangankan ditunda kalau bisa hentikan,” kata RPS.
RPS menilai, jika penghentian tidak menjadi pilihan, pemerintah perlu mempertimbangkan model atau mekanisme pelaksanaan yang berbeda.
“Kalau tidak bisa dihentikan ganti dalam model yang lain mekanismenya yang lain, karena terus terang kalau kita mau jujur pemerintah yang ada ini hanya tinggal gengsi saja ya. Gengsi mengakui bahwa program MBG ini gagal,” katanya.
Data terbaru yang diperoleh hingga malam ini total ada 159 siswa dari SMPN 1 Makale dan SMPN 2 Makale (To’bo’ne) menjalani perawatan di tiga rumah sakit setelah mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan makanan MBG.
Penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan serta penyelidikan pihak terkait.
Penulis: Nober Salamba
Editor: Redaksi






