MAKASSAR, UPDATENEWS- Fakultas Teknik (FT) Universitas Sawerigading (UNSA) Makassar melepas mahasiswa peserta Kerja Praktik (KP) yang akan ditempatkan di berbagai Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), baik pada instansi pemerintah maupun perusahaan swasta.
Para mahasiswa akan melaksanakan Kerja Praktik selama satu bulan, mulai September hingga Oktober 2026. Penempatan dilakukan di sejumlah lokasi yang berada di dalam maupun luar Kota Makassar, sesuai dengan bidang keilmuan dan kebutuhan tempat kerja praktik.
Ketua Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik UNSA, Muh. Agus Budiawan, S.Si., M.Si., mengatakan bahwa program Kerja Praktik merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran mahasiswa karena memberikan kesempatan untuk mengimplementasikan pengetahuan yang telah diperoleh selama perkuliahan.
“Tujuan kerja praktik ini adalah untuk mengimplementasikan ilmu yang sudah mahasiswa terima dari semester 1 sampai semester 6 untuk diimplementasikan di tempat kerja,” ujar Muh. Agus Budiawan, Rabu (16 September 2026).
Menurutnya, pengalaman langsung di lapangan akan membantu mahasiswa memahami bagaimana teori yang diperoleh di ruang kuliah diterapkan dalam situasi kerja yang sesungguhnya. Mahasiswa juga akan berhadapan dengan berbagai persoalan teknis maupun nonteknis yang membutuhkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah.
Selama mengikuti Kerja Praktik, mahasiswa memiliki kesempatan untuk belajar sekaligus beradaptasi dengan budaya kerja yang berbeda. Pengalaman tersebut diharapkan dapat membentuk sikap profesional serta meningkatkan kesiapan mahasiswa memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.
“Selama kerja praktik, mahasiswa akan memiliki kesempatan untuk belajar dan beradaptasi dengan budaya kerja yang berbeda, serta memperoleh pengalaman praktis yang berharga dalam bidang teknik yang mereka pelajari,” jelasnya.
Lebih lanjut, Muh. Agus menuturkan bahwa Kerja Praktik tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan teknis. Mahasiswa juga akan memperoleh wawasan mengenai berbagai aspek manajerial, komunikasi, kedisiplinan, tanggung jawab, hingga mekanisme kerja dalam lingkungan profesional.
Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengasah keterampilan kerja sekaligus memahami tantangan nyata yang dihadapi para profesional di bidang konstruksi dan infrastruktur.
Pengalaman selama Kerja Praktik juga dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenali minat dan potensi diri. Dengan terjun langsung ke lapangan, mahasiswa dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai bidang keahlian atau spesialisasi yang ingin mereka tekuni pada masa mendatang.
“Pengalaman Kerja Praktik ini juga dapat menjadi landasan yang kuat bagi mahasiswa dalam mengambil keputusan mengenai bidang spesialisasi yang ingin mereka geluti di masa depan,” tambahnya.
Muh. Agus menegaskan bahwa program Kerja Praktik merupakan bagian dari upaya Fakultas Teknik UNSA untuk memperkuat keterhubungan antara pendidikan tinggi dan kebutuhan dunia kerja. Penggabungan antara teori yang diperoleh di bangku kuliah dan pengalaman praktik di lapangan diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sekaligus kesiapan profesional.
“Melalui penggabungan teori dan praktik, program ini bertujuan untuk menciptakan para profesional muda yang kompeten dan siap berkontribusi pada pembangunan infrastruktur dan masyarakat,” imbuhnya.
Selain memperoleh pengalaman teknis, mahasiswa juga diharapkan mampu membangun jejaring profesional selama berada di lingkungan kerja. Interaksi dengan praktisi, tenaga ahli, maupun pihak manajemen perusahaan dapat membuka wawasan mahasiswa mengenai perkembangan industri sekaligus memperluas jaringan yang berpotensi mendukung perjalanan karier mereka di masa depan.
“Selama Kerja Praktik, mahasiswa diharapkan mampu membangun jaringan dan hubungan dengan para profesional di bidang konstruksi dan infrastruktur yang dapat berpotensi membuka peluang karier di masa depan,” tutupnya.
Dengan pelaksanaan Kerja Praktik tersebut, Fakultas Teknik UNSA berharap mahasiswa tidak hanya membawa pengetahuan akademik ke dunia industri, tetapi juga kembali ke kampus dengan pengalaman, keterampilan, dan perspektif baru sebagai bekal menghadapi dunia kerja yang semakin dinamis.












