Kades Masuk Kampus, Pemkab Lampung Selatan Dorong Pemdes Profesional dan Akuntabel

LAMSEL, UPDATENEWS – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terus berupaya mewujudkan Pemerintahan Desa (Pemdes) yang profesional, mandiri, dan akuntabel melalui peningkatan kapasitas aparatur desa. Komitmen tersebut diwujudkan dengan mengirimkan dua Kades mengikuti program Kepala Desa Masuk Kampus yang diselenggarakan Ditjen Bina Pemdes Kemendagri di Kampus UI, Depok, 29 Juni hingga 2 Juli 2026.

Program yang merupakan bagian dari Pemerintahan Desa Berdampak Tahun 2026 itu mempertemukan kepala desa dari berbagai daerah di Indonesia untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan berbasis data, riset, dan analisis menuju konsep Smart Data dan Smart Village.

Melalui kolaborasi antara akademisi dan pemerintah desa, para peserta memperoleh pembekalan mengenai tata kelola pemerintahan yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan. Kegiatan tersebut juga menjadi wadah berbagi praktik terbaik (best practices) sekaligus merumuskan berbagai inovasi pelayanan publik agar pengelolaan dana desa semakin efektif, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Dari Kabupaten Lampung Selatan, dua kepala desa yang mengikuti program tersebut adalah Kepala Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo, Juli Wahyudin, dan Kepala Desa Bumidaya, Kecamatan Palas, Dudi Hermana.

Keikutsertaan keduanya menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam mendorong lahirnya pemerintahan desa yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, mampu memanfaatkan data sebagai dasar pengambilan kebijakan, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.

“Kegiatan di Universitas Indonesia ini menjadi peluang besar bagi kami untuk belajar manajemen pemerintahan desa yang modern. Ilmu berbasis data dan inovasi yang didapat di sini akan kami terapkan di Desa Suak, agar pelayanan publik ke depan jadi lebih transparan, akuntabel, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Juli Wahyudin.

Menurutnya, tantangan pembangunan desa saat ini menuntut para kepala desa untuk tidak hanya memahami regulasi, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi, data, dan hasil riset sebagai dasar pengambilan kebijakan yang tepat sasaran.

READ  Safari Ramadan Pemkab Sigi Ditutup, Bupati Rizal Tekankan Penguatan Pertanian dan Pariwisata

Keikutsertaan dua kepala desa asal Lampung Selatan dalam program nasional tersebut diharapkan menjadi awal lahirnya berbagai inovasi pelayanan publik di tingkat desa. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti pembelajaran di Universitas Indonesia diharapkan dapat diimplementasikan dalam tata kelola pemerintahan, pembangunan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Dengan semangat Smart Village, Desa Suak dan Desa Bumidaya diharapkan mampu menjadi contoh desa yang adaptif terhadap perkembangan zaman, mengedepankan transparansi dalam pengelolaan anggaran, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Lampung Selatan.

 

Penulis: Nazaruddin 

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *