TATOR, UPDATENEWS – Lima oknum TNI dan satu polisi diduga mengeroyok pengunjung kafe Valeri di Jalan Pongtiku, pada Rabu (1/4/2026), Kabupaten Toraja Utara (Torut). Pengeroyokan diduga dipicu persoalan sepele pelaku tak diberi minuman oleh korban.
Menanggapi hal tersebut, Mantan Kapolres Tana Toraja, Victor Datuan Batara (VDB) menyoroti pelanggaran disiplin aparat yang masuk ke Tempat Hiburan Malam (THM) dan menyayangkan keras insiden pengeroyokan tersebut.
“Yang pasti, baik polisi maupun TNI dilarang masuk ke tempat hiburan malam kecuali dalam rangka tugas. Ini jelas pelanggaran disiplin,” tegasnya, Jumat (03/04/2026).
Kasus ini menjadi perhatian publik setelah rekaman video pengeroyokan beredar luas di media sosial.
VDB juga menilai tindakan tersebut tidak hanya melanggar aturan, tetapi turut mencoreng nama baik institusi.
“Sudah melanggar disiplin karena masuk ke tempat yang salah, malah membuat onar dengan alasan tidak diberi minuman. Ini sangat memprihatinkan,” ujarnya.
Dalam video tersebut, tampak seorang pria berbaju hitam dipukul oleh pria berbaju putih. Situasi kemudian memanas ketika beberapa orang lainnya turut melakukan pemukulan terhadap sejumlah korban yang terlihat tergeletak di lantai.
Namun, motif pasti masih menunggu hasil penyelidikan resmi aparat berwenang. Informasi awal menyebutkan keterlibatan lima oknum TNI dan satu anggota polisi dalam peristiwa tersebut.
Hingga kini, pihak terkait, termasuk institusi TNI, dikabarkan tengah melakukan penelusuran untuk memastikan identitas serta peran masing-masing pihak.
VDB berharap penanganan kasus ini dilakukan secara transparan dan tegas agar memberikan efek jera, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum.
Penulis: Nober Salamba
Editor: Redaksi











