KOLAKA, SULAWESI TENGGARA – Peningkatan kompetensi tenaga kesehatan menjadi salah satu kunci dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, khususnya dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Health Certification Training Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) Batch II yang didukung oleh PT Vale Indonesia Tbk Site Pomalaa.
Kegiatan pelatihan dan sertifikasi tersebut dilaksanakan selama enam hari, 24–30 Agustus 2026, di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Pelaksanaan kegiatan dipercayakan kepada LP2TK Sawerigading Indonesia dengan mengacu pada standar kompetensi Kementerian Kesehatan.
Program ini melibatkan tenaga medis dan tenaga kesehatan dari RSUD Benyamin Guluh SMS Berjaya Kolaka serta sejumlah Puskesmas di Kabupaten Kolaka. Pelatihan diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam memberikan pertolongan dan penanganan awal terhadap pasien dengan kondisi trauma maupun kegawatdaruratan jantung.
Pemkab Kolaka Apresiasi Komitmen PT Vale
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka, Hj. Sri Raoda Buna, S.T., M.T., M.Sc., menyampaikan apresiasi atas dukungan PT Vale Indonesia dalam pengembangan kompetensi tenaga kesehatan di Kabupaten Kolaka.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha merupakan bagian penting dalam memperkuat pembangunan sektor kesehatan.
Ia menilai keberadaan program pelatihan dan sertifikasi seperti BTCLS memberikan manfaat strategis karena tenaga kesehatan memperoleh peningkatan kapasitas yang dapat diterapkan secara langsung dalam pelayanan kepada masyarakat.
“Kami mengapresiasi komitmen PT Vale yang terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Kolaka dalam mendukung pembangunan, khususnya di bidang kesehatan. Pelatihan dan sertifikasi BTCLS ini merupakan salah satu bentuk nyata dukungan terhadap peningkatan kompetensi tenaga kesehatan,” ujar Hj. Sri Raoda Buna.
Ia berharap program peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak tenaga kesehatan di Kabupaten Kolaka yang memiliki kompetensi dalam penanganan kegawatdaruratan.
Direktur RSUD: Kompetensi dan Sertifikasi Tingkatkan Mutu Pelayanan
Apresiasi serupa disampaikan Direktur RSUD Benyamin Guluh SMS Berjaya Kolaka, dr. Julianita, Sp.THT-KL.
Menurutnya, pelatihan BTCLS tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan dan keterampilan teknis bagi tenaga kesehatan, tetapi juga memberikan pengakuan terhadap kompetensi yang telah dimiliki.
“Melalui pelatihan dan sertifikasi ini, para tenaga kesehatan tidak hanya bertambah ilmu dan keterampilannya, tetapi juga mendapatkan pengakuan atas kompetensi yang mereka miliki. Ini tentu menjadi modal penting dalam meningkatkan profesionalisme tenaga kesehatan,” ungkap dr. Julianita.
Ia menambahkan, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan pada akhirnya akan memberikan dampak terhadap kualitas pelayanan yang diterima masyarakat.
Terlebih, tenaga kesehatan yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan harus memiliki kemampuan untuk mengambil tindakan secara cepat dan tepat ketika menghadapi pasien dalam kondisi kritis.
“Harapan kami, kompetensi yang diperoleh melalui pelatihan ini dapat benar-benar diterapkan dalam pelayanan sehingga memberikan dampak positif terhadap kualitas pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Kolaka,” tambahnya.

PT Vale: Bentuk Komitmen Berkelanjutan di Bidang Kesehatan
Sementara itu, Perwakilan PT Vale Indonesia IGP Pomalaa, Ahmad Siswandi Asdam, menjelaskan bahwa pelatihan BTCLS yang dilaksanakan tahun ini merupakan angkatan kedua.
Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari komitmen PT Vale untuk terus berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah sekitar operasional perusahaan.
“Pelatihan BTCLS ini merupakan angkatan kedua. Selain BTCLS, PT Vale juga mendukung berbagai program peningkatan kapasitas tenaga kesehatan lainnya, termasuk pelatihan dan sertifikasi ACLS dan ATLS, serta dukungan terhadap sarana dan prasarana kesehatan,” jelas Ahmad Siswandi Asdam.
Ia menegaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk sinergi perusahaan dengan para pemangku kepentingan, khususnya pemerintah daerah dan institusi kesehatan di wilayah operasional PT Vale.
“Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dan pada akhirnya memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan sumber daya manusia kesehatan merupakan investasi jangka panjang yang penting untuk mendukung terciptanya pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas.
LP2TK Sawerigading Indonesia: Sertifikasi Bukan Sekadar Pengakuan
Dari sisi penyelenggara, Perwakilan LP2TK Sawerigading Indonesia, Muhlis Katili, menyampaikan bahwa pelaksanaan pelatihan selama enam hari dirancang untuk memberikan penguatan kompetensi kepada peserta, baik dari sisi pengetahuan maupun keterampilan praktis.
Menurut Muhlis, kemampuan tenaga kesehatan dalam menangani kondisi kegawatdaruratan membutuhkan kompetensi yang terukur serta pemahaman terhadap prosedur penanganan yang sesuai standar.
“Pelatihan BTCLS tidak hanya berorientasi pada sertifikat, tetapi yang paling penting adalah bagaimana peserta memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan ketika menghadapi situasi kegawatdaruratan di lapangan,” kata Muhlis Katili.
Ia menambahkan, LP2TK Sawerigading Indonesia berkomitmen menyelenggarakan program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja dan perkembangan kompetensi profesional, termasuk di bidang kesehatan.
“Tenaga kesehatan harus senantiasa meningkatkan kompetensinya karena mereka berhadapan langsung dengan kondisi yang membutuhkan kecepatan, ketepatan, dan profesionalisme. Karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting untuk memastikan kompetensi tersebut terus diperbarui dan diperkuat,” jelasnya.
Sinergi Lintas Sektor untuk Kesehatan Kolaka
Pelaksanaan Health Certification Training BTCLS Batch II menjadi gambaran pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kolaka melalui Dinas Kesehatan, RSUD Benyamin Guluh SMS Berjaya Kolaka, PT Vale Indonesia IGP Pomalaa, LP2TK Sawerigading Indonesia, serta Puskesmas menjadi kekuatan bersama dalam membangun sumber daya manusia kesehatan yang semakin kompeten.
Program ini juga membuka peluang penguatan kapasitas tenaga kesehatan secara berkelanjutan melalui berbagai pelatihan dan sertifikasi lainnya, seperti ACLS (Advanced Cardiac Life Support) dan ATLS (Advanced Trauma Life Support).
Dengan semakin meningkatnya kompetensi tenaga kesehatan, diharapkan kemampuan fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Kolaka dalam menghadapi berbagai kondisi kegawatdaruratan juga semakin kuat.
Pada akhirnya, investasi terhadap kompetensi tenaga kesehatan bukan hanya investasi bagi institusi, tetapi merupakan investasi langsung bagi keselamatan, kesehatan, dan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Kolaka.











