MAKASSAR , UPDATENEWS – Kalangan cendekiawan Toraja memperkuat komitmen perjuangan pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Provinsi Luwu-Toraja melalui Forum Group Discussion (FGD) yang digelar di Aula Gedung PGIW Sulawesi Selatan, Makassar, Sabtu (14/3/2026). Pertemuan tersebut difasilitasi Diaspora Toraja Makassar yang dipimpin Ir. Simon Batong.
Forum ini menghadirkan berbagai kalangan akademisi, tokoh organisasi, hingga aktivis pemuda Toraja untuk membahas langkah strategis mempercepat pembentukan provinsi baru tersebut.
Dalam diskusi yang berlangsung dinamis, para peserta menilai pembentukan Provinsi Luwu-Toraja merupakan langkah strategis untuk mendorong percepatan pembangunan kawasan yang memiliki potensi besar, baik dari sektor sumber daya alam maupun kekayaan budaya.
Wilayah Luwu dan Toraja dinilai memiliki karakteristik yang saling melengkapi serta telah lama hidup berdampingan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Sinergi tersebut dinilai menjadi kekuatan utama dalam mendorong terbentuknya provinsi baru di kawasan utara Sulawesi Selatan.
Forum juga menilai masuknya Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara dalam rancangan DOB Provinsi Luwu-Toraja akan memperkuat pemenuhan persyaratan administratif pembentukan daerah otonom baru.
Ketua Tim DOB Luwu-Toraja, Pdt. Musa Salusu yang hadir dalam diskusi tersebut menyampaikan bahwa berbagai persyaratan pembentukan provinsi pada prinsipnya telah dipenuhi dan kini membutuhkan penguatan dukungan dari berbagai elemen masyarakat.
FGD ini juga dihadiri sejumlah organisasi dan tokoh daerah, di antaranya Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Sulawesi Selatan, Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) Sulsel, Ketua Kombongan Sangtorayan Makassar Litha Brent, Ketua GAMKI Sulsel Albert Palangda, Sekretaris Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) Sulsel, serta sejumlah aktivis pergerakan pemuda Toraja.
Diskusi dipandu oleh Yoel Bello selaku moderator yang mengarahkan jalannya forum untuk merumuskan berbagai gagasan strategis dalam memperkuat perjuangan pembentukan Provinsi Luwu-Toraja.
Para peserta forum sepakat bahwa perjuangan pembentukan provinsi baru tersebut penting untuk menghadirkan pemerataan pembangunan, khususnya bagi wilayah-wilayah yang selama ini masih tertinggal.
Beberapa kawasan perbatasan seperti Seko–Rampi, Bastem, Simbuang dan wilayah lainnya disebut masih menghadapi keterbatasan akses infrastruktur, terutama kondisi jalan yang belum memadai akibat keterbatasan jangkauan anggaran pembangunan Provinsi Sulawesi Selatan.
Melalui forum tersebut, para cendekiawan Toraja berharap perjuangan pembentukan Provinsi Luwu-Toraja dapat terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai elemen masyarakat, sehingga percepatan pembangunan di kawasan Luwu dan Toraja dapat segera terwujud.
Penulis: Nober Salamba
Editor: Redaksi












