TATOR, UPDATENEWS – Viral di media sosial TikTok, keberadaan gazebo yang dirantai di Objek Wisata Buntu Sarira, Kabupaten Tana Toraja (Tator), menuai sorotan pengunjung. Fasilitas wisata itu diduga “disewakan” untuk dijadikan ladang bisnis pungutan liar (pungli).
Seorang pengguna akun medsos TikTok bernama Indo’ Toraya menyoroti kondisi sejumlah gazebo yang digembok menggunakan rantai dan diduga dijadikan fasilitas sewa. Video tersebut langsung viral setelah memperlihatkan kondisi fasilitas wisata yang seharusnya dapat dinikmati pengunjung secara nyaman, namun justru dirantai.
“Sekali lagi buat pemerintah Tana Toraja, khususnya Dinas Pariwisata, saya Indo’ Toraya sekedar memberikan sedikit masukan. Alangkah baiknya gazebo-gasebo yang ada di Buntu Sarira tolong jangan digembok alias jangan disewakan,” unggah akun TikTok Indo’ Toraya, Jumat (29/5/2026).
Menurutnya, keberadaan gazebo yang dikunci menggunakan rantai besar membuat suasana objek wisata menjadi kurang nyaman dipandang sejak pertama kali pengunjung tiba di lokasi.
“Karena kenapa sangat menganggu penglihatan para pengunjung. kenapa ku bilang menganggu penglihatan pengunjung baru masuk itu orang sudah dilihat digembok sudah lain-lain rasanya,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pengunjung yang datang bersama keluarga namun tidak bisa menikmati fasilitas karena dalam kondisi terkunci.
“Bagaimana kasihan pengunjung yang membawa anak kecil terus uang pas-pasan saja mau naik keatas gazebo digembok besi (rantai) besar jadi ingat itu ya,” katanya.
Dalam video itu, Indo’ Toraya mengaku memiliki bukti berupa karcis masuk kawasan wisata serta karcis penggunaan gaszebo. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Tana Toraja dan Dinas Pariwisata melakukan pembenahan agar daya tarik wisata Buntu Sarira tetap terjaga.
“Saya punya buktinya karcis untuk gazebo, dan saya juga punya bukti karcis untuk masuk dibawah Buntu Sarira. Jadi sekali lagi pemerintah Tana Toraja ayolah kita sama-sama membenahi supaya pengunjung-pengunjung di Toraja khususnya di Buntu Sarira bagaimana kita memberikan daya tarik buat pengunjung diluar supaya mereka nyaman masuk di Buntu Sarira begitu saja,” tutupnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Tana Toraja, Adelheid Sosang yang dikonfirmasi belum mendapatkan merespon hingga berita ini diterbitkan.
Penulis: Nober Salamba
Editor: Redaksi












