TATOR, UPDATENEWS – Mitra SPPG Batupapan 1, Kabupaten Tana Toraja, Louice Christiana Mangontan, menegaskan pihaknya tidak mungkin menyajikan makanan yang tidak layak konsumsi kepada penerima manfaat program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Pernyataan tersebut disampaikan Loucie saat konferensi pers di Arion Coffee Toraja, Selasa (15/9/2026).
Loucie juga menanggapi pernyataannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Tana Toraja yang sebelumnya viral dan menuai sorotan.
“Jadi tidak akan mungkin kami mendesain seperti itu, dan sekali lagi tidak akan mungkin kami menyajikan makanan yang tidak layak konsumsi bagi penerima manfaat demikian,” ujar Louice saat mengadakan konferensi pers di Arion Coffee, Rabu (16/9/2026).
Louice juga menanggapi beredarnya potongan video pernyataannya “Kalau Sudah Tau Basi Kenapa Dimakan” saat RDP yang dinilai seolah-olah menyalahkan siswa dalam kejadian dugaan keracunan makanan MBG.
“Bukan klarifikasi ya tapi saya lebih ke menyampaikan bahwa di momen itu kan penyampaian saya panjang sekali, sangat panjang saya detailkan dari awal. Akan tetapi penyampaian saya mohon maaf di-cut diposting jadikan muncul beda makan, padahal tidak seperti itu maksudnya,” kata Louice.
Menurut Louice, pernyataan yang beredar merupakan bagian dari penyampaian yang lebih panjang sehingga ketika dipotong, konteks pembicaraannya menjadi berbeda.
“Saya ulang penyampaian saya kan panjang, sangat panjang tapi di-cut saya mohon maaf ke rekan-rekan media dan diposting itu yang membuat viral pemaknaannya jadi berbeda. Padahal dikesempatan itu saya sudah berapa kali menyampaikan permohonan maaf dan ada dua penyampaian saya menyambung dari kalimat itu bahwa tidak akan mungkin kami menyajikan makanan yang tidak layak dikonsumsi,” katanya.
Ia kemudian menjelaskan alasan dirinya terlibat sebagai mitra dalam pelaksanaan program MBG di Tana Toraja, meski bukan berdomisili di daerah tersebut.
“Terlepas dari kejadian itu, di sini saya sampaikan juga bahwa saya bukan domisili di sini, saya butuh waktu kurang lebih 11 bahkan 13 jam Saya baru nyampe di Toraja. Artinya karena berangkat dari niat baik saya untuk melakukan banyak hal bermanfaat bagi daerah asal bapak saya almarhum sehingga Saya mau melakukan program pemerintah ini,” jelasnya.
Data terakhir yang dihimpun total ada 196 siswa SMPN 1 Makale dan SMPN2 Makale yang mendapatkan perawatan medis diduga keracunan MBG.
Penulis: Nober Salamba
Editor: Redaksi










