Warga Ramai Swadaya Infrastruktur, Pemkab Tana Toraja Ucapkan Terima Kasih

TATOR, UPDATENEWS – Warga di Kabupaten Tana Toraja (Tator) ramai-ramai melakukan gotong royong secara swadaya untuk memperbaiki sejumlah infrastruktur. Kondisi tersebut menjadi bentuk kepedulian masyarakat terhadap akses jalan dan fasilitas umum yang dinilai masih membutuhkan pembenahan.

Menanggapi maraknya swadaya masyarakat tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Tana Toraja, Yulieanti Sarah Mapaliey, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat yang ikut mengambil bagian dalam perbaikan infrastruktur.

“Intinya kita ucapkan terima kasih banyak kepada masyarakat sudah membantu, kita bukan tidak mampu tapi lagi defisit anggaran,” ujar Yulieanti kepada UPDATENEWS saat dikonfirmasi, Minggu (9/8/2026).

Yulieanti menjelaskan, kondisi tersebut tidak terlepas dari keterbatasan anggaran pemerintah daerah. Anggaran untuk penanganan infrastruktur di Dinas PUTR tahun ini disebut mengalami penurunan cukup drastis dibandingkan tahun sebelumnya.

“Pl hanya puluhan, anggaran 60 persen di PUTR dibandingkan tahun lalu,” ungkapnya.

Sejumlah masyarakat di berbagai wilayah Tana Toraja mengambil inisiatif melakukan perbaikan infrastruktur secara swadaya, baik melalui tenaga maupun pengumpulan material dan dana.

Berikut sejumlah wilayah yang melakukan swadaya perbaikan infrastruktur:

1. Pa’gasingan-Pala’-pala’, Makale Utara

Jalan penghubung antara Pa’gasingan dan Pala’-pala’, Kelurahan Lemo, Kecamatan Makale Utara, sempat ambruk dan tidak dapat dilalui kendaraan.

Kerusakan terjadi setelah dekker saluran air terkikis aliran air hingga menyebabkan badan jalan ambruk. Masyarakat kemudian melakukan perbaikan secara swadaya pada Selasa, 13 Januari 2026.

2. Dusun Karangan, Gandangbatu Sillanan

Warga Dusun Karangan, Lembang Buntu Limbong, Kecamatan Gandangbatu Sillanan, juga melakukan perbaikan jalan secara swadaya.

Jalan yang tak kunjung diperbaiki pemerintah akhirnya dikerjakan masyarakat melalui swadaya, baik tenaga maupun material.

Tak tanggung-tanggung, dana yang terkumpul berhasil digunakan untuk membangun jalan beton sepanjang sekitar 500 meter.

READ  Ruang Kelas SMP PGRI Marinding Dikunci OTK, Kadisdik Tator: Kita Cari Pelakunya

Jalan yang dicor merupakan akses penghubung RT Pongdapo’ dengan RT Palasa, Dusun Karangan, Lembang Buntu Limbong.

3. Dusun Kadingi’, Mengkendek

Swadaya masyarakat untuk membangun dan membenahi infrastruktur juga dilakukan warga Dusun Kadingi’, Lembang Gasing, Kecamatan Mengkendek.

Salah satu titik di jalan poros penghubung Kelurahan Rante Kalua’-Buntu Tangti-Gasing-Randanan, Kecamatan Mengkendek, kerap mengalami kerusakan.

Titik tersebut berada di Dusun Kadinge’, Lembang Gasing. Saat musim hujan, lokasi itu kerap mengalami longsor sehingga menghambat aktivitas masyarakat.

Masyarakat kemudian berinisiatif melakukan perbaikan secara swadaya dengan membangun talut penahan serta plat deker atau jembatan deker untuk mengalirkan air.

4. Pessaluan, Gandangbatu Sillanan

Warga Pessaluan, Lembang Gandangbatu, Kecamatan Gandangbatu Sillanan, turut menunjukkan kepeduliannya terhadap kondisi infrastruktur di wilayah tersebut.

Kondisi jalan yang sulit dilalui, terutama saat musim hujan, mendorong masyarakat berinisiatif melakukan perbaikan.

Pada Jumat (7/8/2026), masyarakat Pessaluan melakukan pengecoran jalan yang merupakan jalan kabupaten penghubung Lembang Perindingan, Lembang Gandangbatu, dan Kelurahan Benteng Ambeso yang merupakan ibu kota Kecamatan Gandangbatu Sillanan.

Fenomena swadaya tersebut menunjukkan masyarakat ingin mendapatkan akses infrastruktur yang lebih baik. Perbaikan secara swadaya juga menjadi gambaran bahwa masih terdapat sejumlah kebutuhan infrastruktur yang membutuhkan perhatian dan penanganan Pemkab Tator.

 

Penulis: Nober Salamba

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *