TATOR, UPDATENEWS – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rante Kalua’, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja (Tator), membuang limbah ke sungai dan saluran irigasi yang terhubung dengan digunakan masyarakat untuk pengairan sawah. Hal tersebut berpotensi mencemari lingkungan.
Keterangan Kepala SPPG Rante Kalua’ Mengkendek Tator, Alex Sima Karurukan, yang menyebut pihaknya telah memiliki sistem pengelolaan limbah dan memastikan air yang keluar dari saluran dalam kondisi jernih.
“Kita kan langsung ke drainasenya di ujung sungai di sana, kalau itu sudah ditutup pak karena limbah kecilnya itu sudah ada saringan semuanya pak. Ada tabung saringannya airnya jernih keluarnya,” kata Kepala SPPG Rante Kalua Mengkendek Tator, Alex Sima Karurukan kepada UPDATENEWS saat dikonfirmasi, Jumat (12/9/2026).
Ia mengklaim memiliki tempat pembuangan limbah tersendiri, mulai dari sistem portable hingga manual.
“Ada itu semua saya mau tunjukkan foto-foto limbahnya sesuai standar semua pak limbah portabel ada, limbah manual ada 6 lubang kalau baru keluarnya jernih. Ada cairan penghancur bakteri.”
Namun, fakta berbeda ditemukan di lokasi. Berdasarkan bukti video yang diambil, saluran irigasi tampak dipenuhi busa diduga sabun bekas aktivitas pencucian ompreng.
Selain itu, terlihat adanya pipa saluran pembuangan limbah yang mengarah langsung ke saluran irigasi.
Kondisi ini menjadi sorotan karena saluran irigasi tersebut bukan hanya menjadi aliran pembuangan, tetapi juga merupakan salah satu sumber pengairan yang digunakan masyarakat untuk mengairi persawahan.
Penulis: Nober Salamba
Editor: Redaksi











