TATOR, UPDATENEWS – Sekda Tana Toraja (Tator), Rudhy Andi Lolo, mengatakan Makanan Bergizi Gratis (MBG) dibutuhkan masyarakat, tetapi jika tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan persoalan. Hal itu ia sampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar DPRD Tator menyikapi ratusan siswa di dua SMPN yang dilarikan ke rumah sakit diduga keracunan MBG.
“Menjadi pelajaran bagi kita semua kami satgas mengucapkan terima kasih kepada atensi yang luar biasa kepada bapak pimpinan bersama anggota DPRD. Sedapat mungkin permasalahan ini harus kita cari solusinya dan harus ada yang harus kita putuskan bersama,” ujar Sekda Tana Toraja, Rudhy selaku ketua Satgas MBG Kabupaten, di dalam RDP, Jumat (4/9/2026).
Ia menyampaikan jika MBG di Tana Toraja adalah program yang sangat dibutuhkan masyarakat.
“Sesungguhnya program ini adalah program yang baik sekali, program yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat kita namun tidak terkelola dengan baik. Saya rasa disinilah tempatnya kita semua untuk memberi masukan, pendapat, arahan, perhatian terhadap program ini,” katanya.
Sekadar diketahui, DPRD Tana Toraja mengadakan RDP menyikapi kejadian ratusan siswa di dua SMPN, yakni SMPN 1 Makale dan SMPN 2 Makale (To’bo’ne), diduga mengalami keracunan akibat mengonsumsi menu MBG. Tak hanya siswa, guru di SMPN 1 Makale juga mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan MBG.
Saat ini RDP diskorsing dikarenakan pihak SPPG dan pihak sekolah yang diduga terkena dampak keracunan MBG tidak hadir. Para anggota dewan ramai-ramai meminta agar mereka semua dihadirkan dalam RDP ini. RDP akan dilanjutkan setelah para pihak yang dimaksud hadir.
Kemarin (3/9/2026), ratusan siswa dilarikan ke tiga rumah sakit yang ada di Makale. Salah satunya RSUD Lakipadada menerima paling banyak siswa yang diduga mengalami keracunan MBG.
Data terbaru yang diperoleh hari ini total ada 164 siswa dari SMPN 1 Makale dan SMPN 2 Makale (To’bo’ne) menjalani perawatan di tiga rumah sakit setelah mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan MBG.
Penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan serta penyelidikan pihak terkait.
Penulis: Nober Salamba
Editor: Redaksi











