TATOR, UPDATENEWS – Kemunculan ikan Sapu-sapu di sungai Tana Toraja (Tator) menjadi perhatian. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tator akan segera berkoordinasi dengan sejumlah instansi untuk menindaklanjuti temuan tersebut.
Hal ini mencuat setelah beredar video di media sosial TikTok yang memperlihatkan ikan sapu-sapu ditemukan di Sungai Starda, Makale. Dalam unggahan akun Monika Pauta Pongtiku, warga yang awalnya hendak memancing ikan lokal justru mendapatkan spesies invasif tersebut.
“Ikan Sapu-sapu di sungai kecil Starda Tana Toraja, Makale adik Dion Boger niat mancing ikan lokal tapi yg didapat ikan sapu-sapu,” unggah akun TikTok Monika Pauta Pongtiku.
Menanggapi hal itu, Kepala DLH Tana Toraja, Nirus Nikolas Sakke mengatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan BPBD serta Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan.
“Bagaimana dibasmi itu, nanti koordinasi dengan pertanian dan BPBD kapan kita turun. Itu merusak lingkungan dan habitat lainnya,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).
Ikan sapu-sapu dikenal sebagai spesies invasif yang dapat mengancam keseimbangan ekosistem. Selain memakan sumber makanan ikan lokal, populasinya juga berkembang sangat cepat.
Seekor induk betina bahkan mampu menghasilkan hingga 19.000 telur, sehingga berpotensi mendominasi perairan.
Sebagai perbandingan, di DKI Jakarta pemerintah daerah pernah membasmi lebih dari 10 ton ikan sapu-sapu dari sungai dan waduk guna menekan lonjakan populasi yang merusak ekosistem.
Selain berdampak pada lingkungan, ikan ini juga berisiko bagi kesehatan manusia. Ikan sapu-sapu umumnya hidup di perairan tercemar dan diketahui mengandung logam berat seperti merkuri dan timbal, serta bakteri berbahaya. Karena itu, masyarakat tidak disarankan untuk mengonsumsinya.
Penulis: Nober Salamba
Editor: Redaksi












