Tim PKM Universitas Sawerigading Hadirkan Matematika Menyenangkan di Sekolah Terapung Pangkep

PANGKEP,UPDATENEWS – Keterbatasan sarana dan akses pendidikan di wilayah pesisir dan kepulauan tidak menyurutkan upaya untuk menghadirkan pembelajaran yang berkualitas. Semangat tersebut diwujudkan oleh tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Sawerigading (UNSA) Makassar melalui program inovasi pembelajaran matematika di SDN 61 Terapung Pattallassang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).

Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Hibah BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026, kegiata ini berfokus pada pengembangan media pembelajaran matematika berbasis alat peraga yang kontekstual, sederhana, dan sesuai dengan karakteristik lingkungan sekolah terapung.

Program tersebut dilaksanakan sebagai respons terhadap masih rendahnya kemampuan numerasi siswa melalui sosialisasi penerapan alat peraga yang berlangsung pada, 14-15 Juli 2026. Berdasarkan identifikasi awal tim pengabdian, kompetensi numerasi siswa berada pada angka sekitar 35 persen. Kondisi tersebut antara lain dipengaruhi oleh keterbatasan media pembelajaran konkret yang dapat membantu siswa memahami konsep matematika secara lebih mudah dan menyenangkan.

Ketua tim pengabdian, Nana Harlina Haruna, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa pembelajaran matematika di sekolah terapung membutuhkan pendekatan yang tidak hanya memperhatikan aspek pedagogis, tetapi juga kondisi lingkungan dan ketersediaan sumber daya lokal.

“Pembelajaran matematika yang abstrak sering menjadi hambatan bagi siswa, terutama ketika mereka tidak memiliki cukup media konkret untuk membantu memahami konsep. Karena itu, kami mencoba menghadirkan alat peraga yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa dan memanfaatkan potensi lingkungan pesisir,” ujar Nana Harlina.

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah “Kalkulator Kerang”, yaitu alat peraga yang memanfaatkan kerang sebagai benda manipulatif untuk membantu siswa memahami konsep operasi hitung dasar. Penggunaan benda yang familiar dengan kehidupan masyarakat pesisir diharapkan dapat membuat proses pembelajaran lebih konkret, interaktif, dan mudah dipahami.

READ  Melalui Studi Banding LPPM, Unsa Makassar dan Umpar Jalin Kerjasama Strategis

Selain itu, tim pengabdian juga mengembangkan “Papan Operasi Tahan Air” yang dirancang dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan sekolah terapung. Media tersebut menggunakan bahan yang lebih tahan terhadap kelembapan sehingga dapat digunakan secara berulang dalam proses pembelajaran.

Kehadiran alat peraga tersebut tidak berhenti pada penyediaan media pembelajaran. Tim UNSA juga memberikan pelatihan dan pendampingan kepada guru agar mampu mengintegrasikan alat peraga dengan model pembelajaran yang lebih partisipatif.

Salah satu pendekatan yang diperkenalkan adalah model pembelajaran kooperatif Make a Match. Melalui model ini, siswa diajak belajar melalui aktivitas mencari pasangan kartu soal dan jawaban, sehingga pembelajaran matematika berlangsung lebih aktif, kolaboratif, dan menyenangkan.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat menggeser pola pembelajaran matematika dari yang semula dominan menggunakan metode ceramah menuju pembelajaran yang memberikan ruang lebih besar kepada siswa untuk bereksplorasi, bekerja sama, dan memecahkan masalah.

“Guru tidak hanya kami berikan alat, tetapi juga kami dampingi agar mampu mengembangkan dan mengevaluasi penggunaannya. Harapannya, setelah program selesai, inovasi ini tetap berjalan dan guru dapat menciptakan alat peraga baru sesuai kebutuhan siswa,” tambah Nana Harlina.

Memperkuat Kapasitas Guru

Program PKM ini juga diarahkan untuk membangun kapasitas guru sebagai pengembang pembelajaran. Tim pengabdian mendorong terbentuknya tim guru pengembang alat peraga di SDN 61 Terapung Pattallassang yang dapat menjadi penggerak inovasi pembelajaran di lingkungan sekolah.

Guru diberikan pendampingan dalam mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran, memilih bahan yang tersedia di lingkungan sekitar, merancang alat peraga, menggunakannya dalam kegiatan belajar mengajar, hingga melakukan evaluasi terhadap efektivitas media tersebut.

Selain pengembangan alat peraga secara fisik, tim juga menyiapkan repositori digital yang berisi dokumentasi dan sumber belajar sehingga guru memiliki referensi yang dapat digunakan dan dikembangkan secara berkelanjutan.

READ  Mesjid An Nur Menjadi Tujuan Safari Ramadhan Wali Kota Makassar

Dari Sekolah Terapung untuk Pendidikan Pesisir

Program pengabdian ini tidak hanya diarahkan untuk menyelesaikan persoalan pembelajaran matematika di satu sekolah. Tim UNSA menargetkan inovasi yang dikembangkan dapat menjadi praktik baik (best practice) yang dapat direplikasi di sekolah-sekolah lain yang menghadapi kondisi geografis dan keterbatasan sarana serupa.

Pemanfaatan potensi lokal sebagai media pembelajaran juga menjadi bagian penting dari inovasi tersebut. Lingkungan pesisir tidak hanya dipandang sebagai ruang tempat sekolah berada, tetapi juga sebagai sumber belajar yang dapat digunakan untuk membangun pembelajaran kontekstual.

Melalui pendekatan tersebut, matematika diharapkan tidak lagi dipersepsikan sebagai mata pelajaran yang sulit dan abstrak. Sebaliknya, konsep-konsep matematika dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari siswa, termasuk melalui benda dan aktivitas yang ada di sekitar lingkungan pesisir.

Bagi tim pengabdian UNSA Makassar, inovasi pembelajaran di SDN 61 Terapung Pattallassang merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Program ini sekaligus menunjukkan bahwa keterbatasan geografis dan sarana pendidikan bukan alasan untuk menghadirkan pembelajaran yang monoton. Dengan kreativitas, pemanfaatan sumber daya lokal, peningkatan kapasitas guru, dan pendampingan yang berkelanjutan, sekolah di wilayah pesisir dan kepulauan tetap dapat mengembangkan pembelajaran yang inovatif dan berkualitas.

Ke depan, tim pengabdian UNSA berharap model pembelajaran berbasis alat peraga tersebut dapat terus dikembangkan dan direplikasi pada sekolah-sekolah pesisir lainnya. Dengan demikian, program PKM tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi memberikan dampak berkelanjutan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan kemampuan numerasi siswa.

Tentang Program

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang didanai melalui Hibah BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026, dilaksanakan oleh tim pengabdian Universitas Sawerigading Makassar di SDN 61 Terapung Pattallassang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan.

READ  Edukasi Literasi Keuangan, BI Gandeng Tiga Organisasi Perempuan Penggerak Kota Makassar

Tim Pengabdian:
Nana Harlina Haruna, S.Pd., M.Pd., Ari Wibowo, S.Pd., M. Pd., dan Widya Wisanti, S. Kom., ST.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *