TATOR, UPDATENEWS – Aktivis Toraja sekaligus praktisi hukum, Yulius Dakka, mengkritik Pemerintah Kabupaten Tana Toraja yang dinilai masih kurang memperhatikan kondisi masyarakat di Kecamatan Simbuang dan Mappak.
Kritik tersebut mencuat setelah seorang warga di Kecamatan Simbuang yang sakit terpaksa ditandu selama 6 jam menempuh puluhan kilometer untuk mendapatkan layanan kesehatan.
Menurut Yulius Dakka, kondisi tersebut seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Tana Toraja berlatar belakang tenaga medis.
Warga dinilai masih menghadapi keterbatasan pelayanan dasar, khususnya saat situasi darurat kesehatan terjadi.
“Bupati Tana Toraja seorang dokter, Sekda seorang dokter, kadis beberapa yang dokter, anak bupati dokter, mestinya kesehatan masyarakat di Tana Toraja menjadi konsen utama dari pemerintahan zadrak, ini malah masalah kesehatan yang selalu tidak di pedulikan dan diperhatikan,” ujar Yulius Dakka, kepada wartawan, Rabu (20/5/2026).
Ia berharap pemerintah daerah segera melakukan langkah konkret untuk memperbaiki akses layanan kesehatan, termasuk infrastruktur penunjang dan kesiapan fasilitas medis di Kecamatan Simbuang dan Mappak agar warga tidak lagi mengalami kesulitan saat membutuhkan pertolongan darurat.
Persoalan infrastruktur dan layanan kesehatan di Simbuang bukan baru kali ini saja terjadi.
Pada 5 April 2026 dilansir dari Kareba Toraja, warga Simbuang menandu jenasah 10 kilo meter akibat jalan rusak. 11 Mei 2024 ibu hamil di Simbuang ditandu dan melahirkan di jalan, malangnya bayinya meninggal dunia.
Sebelumnya diberitakan
Penulis: Nober Salamba
Editor: Redaksi












